Cari dan saring dataset IKN berdasarkan Unit Organisasi, Unit Kerja, sifat data, sektor, tahun, dan format.
Susenas menyediakan data berbagai aspek sosial ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan kesempatan kerja.
Dataset ini memuat data agregat mengenai kondisi disabilitas penduduk berdasarkan PPIKN Tahun 2025, yang memberikan gambaran jumlah dan karakteristik penduduk dengan disabilitas pada wilayah Ibu Kota Nusantara. Data ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung identifikasi kelompok penduduk yang membutuhkan perhatian khusus, penyusunan kebijakan dan program yang inklusif, perencanaan aksesibilitas layanan publik, serta pengembangan intervensi sosial yang lebih tepat sasaran bagi penyandang disabilitas.
Dataset ini memuat data agregat mengenai fertilitas dan kematian penduduk berdasarkan PPIKN Tahun 2025 di wilayah Ibu Kota Nusantara. Data ini memberikan gambaran mengenai dinamika demografi yang berkaitan dengan kelahiran, fertilitas, dan kematian penduduk serta dapat dimanfaatkan untuk menganalisis pertumbuhan alami penduduk, struktur dan perubahan demografi, kebutuhan pelayanan kesehatan, serta mendukung penyusunan proyeksi dan kebijakan kependudukan di wilayah IKN.
Dataset ini memuat data agregat jumlah penduduk berdasarkan pembagian wilayah administratif dan wilayah perencanaan di Ibu Kota Nusantara berdasarkan PPIKN Tahun 2025, mencakup antara lain provinsi, wilayah pengembangan, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan Satuan Lingkungan Setempat (SLS). Data ini dapat digunakan untuk menganalisis distribusi dan konsentrasi penduduk, membandingkan karakteristik kependudukan antarwilayah, serta mendukung perencanaan pelayanan publik, infrastruktur, dan pembangunan wilayah berbasis kebutuhan penduduk.
Dataset ini memuat data agregat mengenai kondisi kesehatan penduduk berdasarkan PPIKN Tahun 2025 di wilayah Ibu Kota Nusantara, yang mencakup berbagai informasi dan indikator dasar terkait status dan kondisi kesehatan masyarakat. Data ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi karakteristik kesehatan penduduk, memetakan kelompok atau wilayah yang membutuhkan perhatian, mendukung analisis kebutuhan pelayanan kesehatan, serta menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan dan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.